Jan
19
2011
1

Akankah Mandala Bangkit kembali?

VIVAnews – Maskapai Mandala Air mendadak mengumumkan berhenti operasi sementara selama 45 hari. Pengumuman ini cukup mengejutkan karena Mandala selama ini dikenal beroperasi dengan baik dan menjadi satu-satunya maskapai swasta yang mendapatkan sertifikasi keselamatan dari Asosiasi Perusahaan Penerbangan Internasional (IATA).  Direktur Utama Mandala Diono Nurjadin mengaku maskapai yang dipimpinnya mengalami kerugian bisnis, dan kesulitan keuangan. Mandala pun mengajukan permohonan penundaan pembayaran utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga, Jakarta Pusat.  Dengan permohonan itu, Mandala berharap memiliki waktu untuk merestrukturisasi keuangan perusahaan, sekaligus memberi ruang bagi investor baru masuk menyuntikan dana ke maskapai berusia 42 tahun tersebut.

Maskapai itu juga mengembalikan lima pesawat Airbus yang disewa dari Indigo, perusahaan pemilik pesawat yang sekaligus menjadi pemegang 49 persen saham Mandala.  Limbungnya perusahaan penerbangan tak hanya dialami oleh Mandala. Maskapai terbesar Indonesia, Garuda Indonesia juga harus terseok-seok karena beban utang yang besar sebelum akhirnya memiliki kinerja positif seperti sekarang. Maskapai besar dunia, seperti Jepang Airlines (JAL) juga mengalami kebangkrutan pada awal tahun lalu. Bahkan limbungnya JAL merupakan kebangkrutan terbesar di Jepang.  JAL Tak kuasa menanggung beban utang korporat sekitar US$25,6 miliar. JAL mengajukan perlindungan pailit kepada Pengadilan Distrik  di Tokyo. Maskapai itu juga dibebani dengan pembayaran gaji dan pensiun yang terus membengkak dan rute domestik nirlaba yang secara politis wajib dipertahankan.  JAL resmi mengajukan perlindungan pailit 19 Januari 2010. Maskapai itu harus mengalami perombakan besar-besaran agar keuangannya bisa sehat kembali dan tidak sampai dilikuidasi.

Dalam proses restrukturisasi itu, JAL terpaksa memberhentikan 15.661 pekerja atau sepertiga dari total karyawan tetap JAL hingga Maret 2013, mengurangi jatah pensiun pekerja, dan mengurangi rute layanan, termasuk ke Bali. JAL juga terpaksa mempensiunkan dini semua armada pesawat Boeing 747 Jumbo yang berjumlah 37 unit, 16 unit pesawat MD-90s. Maskapai itu menggunakan pesawat yang berkapasitas lebih kecil.  Sebelum bangkrut, JAL memiliki 279 pesawat, melayani 220 bandara di 35 negara dan wilayah termasuk 59 bandara domestik.  Jepang membantu menyuntik dana sebesar US$10 miliar agar JAL beroperasi selama restrukturisasi di bawah perlindungan kepailitan. Para kreditur juga memutihkan utang JAL sebesar US$8 miliar.  Gagalnya JAL membuat Presiden JAL pada saat itu, Haruka Nishimatsu mengundurkan diri dari jabatannya. Ia membungkuk di depan para wartawan sebagai pertanda maaf karena gagal menyelamatkan perusahaan yang dia kelola itu.  Jepang Airlines terus mengudara di bawah perlindungan kepailitan. Dalam minggu ini,  Jepang Airlines dan American Airlines bekerja sama untuk memberikan tarif murah, dengan rute dan penerbangan di seluruh Pasifik.

Regulator Amerika dan Jepang memberikan persetujuan bagi keduanya untuk memperkuat aliansi pada akhir tahun lalu, dengan menandatangani kesepakatan “open skies” untuk mendorong perjalanan udara. Kedua perusahaan itu telah bekerjasama selama 15 tahun terakhir.  Dengan aliansi itu, keduanya bisa menangguk pendapatan 13 miliar yen (US$156 juta). Kerjasama ini juga penting bagi JAL untuk mengembalikan bisnisnya.  Kerjasama itu memperkenalkan tarif murah seperti rute Tokyo-San Francisco atau Los Angeles (PP) dari 249.000 yen (US$3.000) turun menjadi 69.000 yen (US$830). Namun tak semua rute menawarkan tarif murah.

Akankah Mandala bangkit kembali?

Written by Angga Sany in: Knowledge Management |
Jan
19
2011
2

Whole Foods Market

Whole Foods Market merupakan supermarket yag berfokus pada tingkat organik dan kealamian dari barang- barang yang di jualnya. Supermarket yang telah berdiri sebelum tahun 1980 ini memiliki konsep toko yang unik, yaitu menjadikan supermarket mereka tidak hanya sebagai tempat berbelanja melainkan tempat bertegur sapa, baik antara pelayan dengan pelanggan, pelayan satu divisi dengan divisi lainnya, atau pelanggan dengan pelanggan/ keluarganya, selain itu juga tempat yang menyenangkan untuk berbelanja dengan nyaman karena di penuhi dengan orang- orang yang ramah di sekelilingnya.

Whole Foods Market juga berfokus pada kenyamanan para pelayannya, dimana mereka meningkatkan tingkat produktivitas karyawan dengan membagi mereka ke dalam kelompok- kelompok teretentu sesuai dengan keahliannya masing- masing. Dalam kelompok tersebut, para karyawan bebas mengajukan pendapat demi meningkatkan kualitas perusahaan dalam masa perkembangan. Karyawan yang ingin naik jabatan tidak perlu bersusah payah dalam mengejar target, mereka hanya perlu fokus pada pekerjaannya dan posisi yang ingin dimilikinya serta motivasi atau inovasi yang dapat mendukung perkembangan perusahaan. Sehingga dalam waktu setahun, sudah dapat menikmati posisi jabatan yang baru(Misalnya sebagai Supervisor/ Ketua kelompok).

Bagaimana Whole Foods dapat berkembang begitu pesat dan mengalahkan pesaingnya? Mereka memiliki pengaturan knowledge yang bagus dalam tubuh perusahaannya, bagaimana menjaga budaya/ tradisi yang premier agar tetap terjaga(keep). Berikut ialah pengaturan knowledge yang mereka miliki.

Inti Bisnis mereka ialah :

1. Menjual produk organik berkualitas tinggi.
2. Menjadi perusahaan yang ramah lingkungan.
3. Mengutamakan kepuasan pelanggan.
4. Menjadikan tempat yang produktif bagi para karyawan.
5. Menarik para stakeholder dan toko lain untuk bergabung.

Knowledge yang mereka gunakan diantaranya ialah :

a.  K. Struktural
Output pengelompokkan produk, pengetahuan karyawan mengenai diskon dan promo.
b.  K. Functional
Daftar supplier terpercaya, pengelompokkan karyawan berdasarkan kemampuan, tips untuk mempromosikan produk.
c.  K. Behavioural
Greeting pada awal dan akhir proses pembelanjaan, seragam khusus pada tiap divisi.

Written by Angga Sany in: Knowledge Management |
Jan
19
2011
1

Bill Gates + Mark Zuckerberg = Donation

Jakarta – Mark Zuckerberg, bos Facebook yang baru berusia 26 tahun ini ternyata memiliki jiwa kedermawanan cukup tinggi. Dia bergabung dengan pendiri Microsoft, Bill Gates, dalam proyek sosial bertajuk Giving Pledge.

Giving Pledge yang diotaki Bill dan Melinda Gates bersama miliarder Warren Buffet, mendorong orang-orang termakmur di Amerika Serikat agar menyumbang sedikitnya setengah kekayaan untuk amal. Zuckerberg pun tak mau kalah dan berjanji memberi sebagian besar hartanya.

Zuckerberg, yang kekayaannya ditaksir USD 6,9 miliar, menjadi salah satu miliarder termuda yang bergabung dalam program ini. Ada pula pendiri CNN, Ted Turner, Co Founder Microsoft Paul Allen dan walikota New York, Michael Bloomberg.

“Dengan generasi muda yang berhasil dengan sukses perusahaan mereka, ada kesempatan besar dari sebagian kita untuk memberi lebih awal dan melihat bagamana pengaruh usaha kedermawanan kita,” ucap Zuckerberg, dikutip detikINET dari Reuters, Sabtu (11/12/2010).

Bersama Zuckerberg, ada 16 individu dan para keluarga sudah memutuskan berpartisipasi di program Giving Pledge. Bill Gates dan Warren Buffet pun mulai berkampanye ke negara di luar Amerika Serikat untuk mengajak para miliarder lainnya.

“Hanya dalam beberapa bulan kami membuat kemajuan bagus. Giving Pledge membangkitkan energi pada orang-orang tentang filantropi. Saya menatap ke depan untuk berbicara dengan para keluarga yang benar-benar makmur,” ucap Buffet, salah satu dari lima orang terkaya di dunia.

Giving Pledge adalah semacam komitmen moral bagi orang-orang super kaya ini untuk berderma. Gates dan Buffet mengestimasi, proyek ini dapat meraup uang hingga USD 600 miliar yang bakal digunakan untuk amal. ( fyk / fyk )

Written by Angga Sany in: Knowledge Management | Tags:
Jan
19
2011
0

Traffic Light-Tenaga Surya-

BandungTraffic light yang memanfaatkan tenaga surya akan dipasang di Kota Bandung. Direncanakan Rabu (19/1/2011) besok, traffic light tersebut akan diujicoba di persimpangan Jalan Soekarno Hatta-Gedebage.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Prijo Soebiandono. “Nanti kita ujicoba itu besok. Mudah-mudahan besok lancar ujicobanya,” kata Prijo saat dihubungi detikbandung, Selasa (18/1/2011).

Dijelaskannya, jika pada ujicoba tersebut berjalan lancar, tidak menutup kemungkinan traffic light akan dipasang di semua titik di Kota Bandung.

“Nanti kalau berhasil, ke depan mungkin akan dipasang di semua titik di Bandung,” jelasnya.

Alasan dipasangnya traffic light tenaga surya di persimpangan tersebut, karena rusaknya kabel yang lokasinya berada di bawah jalan. Prijo pun mengaku sulit memperbaikinya.

“Di sana itu kabelnya rusak, kejepit beton di bawah jalan, susah diperbaiki. Sekalian saja diperbaiki pake tenaga surya,” ujarnya.

Prijo menambahkan, persimpangan tersebut bisa terpantai oleh Dishub. Sehingga ketika traffic light-nya mati, akan diketahui langsung oleh Dishub.

Sementara, traffic light tersebut diklaim mampu terus menyala 24 jam setiap harinya. “Itu bisa nyala terus walaupun tidak ada matahari,” pungkasnya.

Written by Angga Sany in: Knowledge Management | Tags:
Jan
19
2011
1

Game Karya Anak Berusia 14 Tahun

Seorang bocah yang baru berusia 14 tahun jadi buah bibir di kalangan pecinta game iPhone. Betapa tidak, game buatan anak bernama Robert Nay ini berhasil mengandaskan game populer Angry Birds di App Store.

Bubble Ball, demikian nama game besutan Nay, sukses menjadi game gratis yang paling banyak di-download di App Store dalam kurun waktu beberapa hari. Angry Birds Season yang sebelumnya berkuasa pun terkalahkan.

Game Bubble Ball menantang pemain untuk mengarahkan sebuah bola ke tempat yang ditentukan, dengan bantuan objek lain dan gaya gravitasi. Nay membuatnya selama beberapa bulan, dan melakukan debut di App Store Desember 2010.

Selain untuk iPhone, ada juga versi Bubble Ball di Android. Dikutip detikINET dari Cnet, Selasa (18/1/2011), Nay pun kaget karena game buatannya dapat populer.

Ke depannya, Nay berniat menambah beberapa level lagi. Remaja ini memang senang bergelut di bidang pemrograman. Dia memakai software Corona SDK dari Ansca Mobile untuk membuat game pertamanya itu.

Saat mengerjakan game, Nay dibantu ibunya yang memberi saran di beberapa level. Dalam beberapa minggu terakhir, Bubble Ball diunduh sekitar 2 juta kali. Dipicu kesuksesan game itu, Nay kini mendirikan perusahaan game sendiri bernama Nay Games. Semoga sukses, Nay! ( fyk / ash )

Written by Angga Sany in: Knowledge Management | Tags:
Jan
19
2011
0

Apple dengan Tenaga Surya

Apple telah mematenkan teknologi yang memungkinkan gadget atau perangkat elektronik lainnya memiliki sumber energi matahari. Timbul spekulasi yang menyebutkan hal ini adalah indikasi bahwa Apple akan membuat iPhone dan iPad ramah lingkungan dengan energi matahari.

Aspek pokok dari paten yang sudah disetujui oleh Patent and Trademark Office di Amerika Serikat (AS) ini adalah sirkuit kontrol power yang terletak di antara sel surya dan baterai perangkat.

Dilansir detikINET dari Techradar, Jumat (14/01/2010), sirkuit ini memonitor tingkat daya yang dihasilkan sel surya, di mana energi yang diperoleh bisa berubah-ubah bergantung kondisi cuaca.

Memang, masih terlalu cepat mengatakan bahwa semua gadget Apple akan berbasis tenaga surya. Apple sendiri masih belum memberikan komentar resminya terkait dengan hal ini.

Teknologi berbasis tenaga surya memang tengah gencar dikembangkan berbagai perusahaan sehingga bukan hal baru mengetahui matahari dimanfaatkan untuk daya bagi perangkat elektronik. Namun sepertinya baru Apple, perusahaan besar yang kemudian mematenkannya.

Maka jika paten ini sukses dikembangkan menjadi sebuah energi alternatif komersial untuk iPhone atau iPad generasi terbaru, ini akan menjadi catatan penting di bidang teknologi tenaga surya. ( rns / fw )

Written by Angga Sany in: Knowledge Management | Tags:

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker. Zinsen, Streaming Audio