Nov
12
2010
9

All about Android

Sistem Operasi Google Android di Ponsel memang masih tergolong baru, namun demikian Sistem Operasi Android telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Diciptakan sebagai tandingan iOS, Android menunjukan grafik perkembangan yang signifikan, ini tentu tidak terlepas dari dukungan-dukungan pabrikan ponsel besar yang ikut menghadirkan ponsel-ponsel bersistem operasi Android.

Android OS sendiri memilki dua versi yaitu Android dengan GMS (Google Mobile Services) dan Android OHD (Open Handset Distribution). Android dengan Google Mobile Services (GMS) dilengkapi dengan tempat dimana user bisa mengupload atau bahkan membeli aplikasi-aplikasi untuk ponselnya (android market) dan didukung sepenuhnya oleh google yang artinya dalam ponsel tersebut dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang tersinkronisasi langsung dengan Google Account kita. Beberapa contoh aplikasi tersebut antara lain, Gmail, Google Contact, Google Calendar dan Youtube. Sedangkan Android dengan Open Handset Distribution (OHD) merupakan OS Android yang sangat dasar, tanpa ada support dari Google sama sekali dan tidak memiliki android market.
Sistem operasi Android akan menjadi pilihan yang baik bagi vendor-vendor smart phone karena memiliki biaya lisensi lebih murah dan sifatnya yang open source (terbuka). sifat open source tersebut membuka peluang besar untuk komunitas ataupun non komunitas IT untuk dapat mengembangkan atau membuat aplikasinya sendiri. saat ini lebih dari ribuan aplikasi yang sudah tersebar di Android market dan website blog blog pribadi.

Jika Anda berencana membeli sebuah ponsel Android, dan ingin tahu apa kelebihan dan kekurangannya, berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari ponsel dengan sistem operasi Android.

Kelebihan Handphone Android

  • Multitasking – Yups, ponsel Android bisa menjalankan berbagai aplikasi, itu artinya Anda bisa browsing, Facebookan sambil dengerin lagu.
  • Kemudahan dalam Notifikasi – Setiap ada SMS, Email, atau bahkan artikel terbaru dari RSS Reader, akan selalu ada notifikasi di Home Screen Ponsel Android, tak ketinggalan Lampu LED Indikator yang berkedip-kedip, sehingga Anda tidak akan terlewatkan satu SMS, Email ataupun Misscall sekalipun.
  • Akses Mudah terhadap Ribuan Aplikasi Android lewat Google Android App Market – Kalau Anda seneng install aplikasi ataupun games, lewat Google Android App Market Anda bisa mendownload berbagai aplikasi dengan gratis. Ada banyak ribuan aplikasi  dan games yang siap untuk Anda download di ponsel Android.
  • Pilihan Ponsel yang beranekaragam – Bicara ponsel Android, akan terasa ‘beda’ dibandingkan dengan iOS, jika iOS hanya terbatas pada iPhone dari Apple, maka Android tersedia di ponsel dari berbagai produsen, mulai dari Sony Ericsson, Motorola, HTC sampai Samsung. Dan setiap pabrikan ponsel pun menghadirkan ponsel Android dengan gaya masing-masing, seperti Motorola dengan Motoblur-nya, Sony Ericsson dengan TimeScape-nya. Jadi Anda bisa leluasa memilih ponsel Android sesuai dengan ‘merk’ favorite.
  • Bisa menginstal ROM yang dimodifikasi – tak puas dengan tampilan standar Android, jangan khawatir ada banyak Costum ROM yang bisa Anda pakai di ponsel Android.
  • Widget – benar sekali, dengan adanya Widget di homescreen, Anda bisa dengan mudah mengakses berbagai setting dengan cepat dan mudah.
  • Google Maniak – Jika Anda pengguna setia layanan Google mulai dari Gmail sampai Google Reader, ponsel Android telah terintegrasi dengan layanan Google, sehingga Anda bisa dengan cepat mengecek email dari gMail.


Kekurangan

Tak bisa dipungkiri disamping kelebihan tentu saja ada kekurangan dari sistem operasi Android ini.

  • Koneksi Internet yang terus menerus – Yups, kebanyakan ponsel Android memerlukan koneksi internet yang simultan alias terus menerus aktif. Penulis sendiri menggunakan Motorola Milestone, dan koneksi internet GPRS selalu aktif setiap waktu, itu artinya Anda harus siap berlangganan paket GPRS yang sesuai dengan kebutuhan.
  • Iklan – Aplikasi di Ponsel Android memang bisa didapatkan dengan mudah dan gratis, namun konsekuensinya di setiap Aplikasi tersebut, akan selalu Iklan yang terpampang, entah itu bagian atas atau bawah aplikasi

Mungkin banyak yang bertanya “Apa ya kelebihan Android di banding OS lainnya?”
Jawabanya sangat simpel “Karena Android itu adalah Open Source”

1. Apa Open Source itu?

OpenSource adalah gratisan? Belum tentu! tapi yang pasti sesuatu yang Open Source itu bisa kita costumize atau modifikasi dengan tujuan menyempurnakan dari yang udah ada.
Membuat aplikasi ini tanpa khawatir terbentur dengan seleksi atau batasan batasan dari pihak – pihak tertentu.
Jadi apa itu OS Android?
Android adalah mobile platform yang baru berbasis Linux (kernel 2.6). Ini memungkinkan para vendor tidak perlu membayar ijin pemakaian dalam mengeluarkan handset baru.

2. Harganya semahal Iphone?

Pasti lebih murah
HTC G1 sebagai handset ber-OS android pertama di jual di Amerika dengan harga US$ 179,99 (Rp 1,7 juta) dengan kontrak 2 tahun bersama T-Mobile.
Nah supaya nggak bingung yuk kita bahas kelemahan dan kelebihan OS Android ini

  • KELEBIHAN:

Gratis , developer aplikasi tidak perlu membayar untuk membuat aplikasi. Aplikasinya pun jadi ikutan gratis.
Didukung penuh google, artinya pengguna tersinkronisasi langsung dengan Google Account kita, contoh : Gmail, Google Contact, Google Calendar dan Youtube.
Vendor lebih rajin mengeluarin handset karena mereka tidak perlu bayar ijin pemakaian.
Pengguna tidak perlu bayar untuk men-donwnload dan meng-install aplikasi di Android.
Pemakaiannya relatif lebih user friendly.
Teknologi layar sentuh capasitive (hanya bisa dipakai dengan jari tangan, tidak bisa pakai Stylus) seperti iPhone.
Stabil, tidak mudah hang.
Aman terhadap virus.
Aplikasi game 3D berjalan lancar ini dikarenakan virtual Java machine Dalvik yang dipakai Android mantap dalam memanage memory didukung pula Linux (kernel 2.6).
Konektifitas lengkap dari Bluetooth, WIFI dan GPS yang berguna untuk multiplayer game hingga aplikasi Social Networking Service.
Aplikasi bisnis ada di Android kecuali aplikasi Microsoft Office.
Harga yang relatif lebih murah (nyaris hanya sepertiga iPhone).

  • Kekurangan:

Karena masih baru, maka belum banyak aplikasi yg tersedia untuk android, namun tidak menutup kemungkinan bakal bertambah banyak mengingat Android adalah OS open source. Hampir semua aplikasi bisa didapat gratis, dan dapat diunduh melalui fasilitas Android Market dan blog-blog pribadi.
Bagi orang yg belum pernah memakainya mungkin akan sedikit membingungkan
ponsel Android kurang nyaman jika dipakai untuk telepon.
Masih sedikit yg memakai OS ini.
Android masih mampu sedikit mengimbangi Wndows Mobile untuk terintegrasi dengan Exchange (outlook) server tanpa hambatan.
Handset apa saja yang mendukung OS ini dan tersedia di pasaran? Coba klik di Situs Resmi Android Indonesia ini.
Kelebihan yang bersifat mendasar yang banyak dimiliki OS Android ini diyakini akan menggerus pasar windows mobile, iPhone, dan bahkan Blackberry. Benarkah demikian? Yuk kita tunggu saja respon pasar terhadap OS ini, khususnya di Indonesia

Written by Angga Sany in: Knowledge Management |
Nov
03
2010
9

Enterpreneurship-Technopreneurship-Cyberpreneurship

Enterpreneurship

Menurut ekonom Perancis, Richard Cantillon entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”(agen yang membeli alat produksi pada harga tertentu dalam rangka untuk menggabungkan mereka). Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Say menyatakan bahwa entrepreneur adalah seseorang yang membawa orang lain bersama-sama untuk membangun sebuah organ produktif. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia dikenal dengan wirausaha atau wiraswasta. Berdasarkan art etimologis-nya, pengertian wiraswasta ialah keberanian, keutamaan, atau keperkasaan dalam berusaha dengan bersandar pada kekuatan sendiri.
Makna dari ‘kekuatan sendiri’ bukanlah kegiatan usaha yang dilaksanakan secara sendirian, melainkan lebih mengacu kepada sikap mental yang tidak bergantung pada orang lain. Dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, ia lebih mengandalkan pada kekuatan sendiri daripada minta bantuan orang lain. Jadi, pengertian ‘menggunakan kekuatan sendiri’ bisa dikenakan pada usaha sendiri maupun bekerja sebagai karyawan.

Technopreneurship

Tata Sutabri sebagaimana dikutip Sustyo menyatakan bahwa technopreneurship merupakan proses dan pembentukan usaha baru yang melibatkan teknologi sebagai basisnya, dengan harapan bahwa penciptaan strategi dan inovasi yang tepat kelak bisa menempatkan teknologi sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi nasional.
Menurut technopreneurship.wordpress.com dinyatakan bahwa technopreneurship, oleh satu bagian besar, masih entrepreneurship. Perbedaannya adalah technopreneurship itu baik dilibatkan dalam mengirimkan satu produk teknologi tinggi inovatif (contohnya; Intel) atau membuat penggunaan teknologi tinggi dalam satu cara inovatif untuk mengirim produk nya ke/pada konsumen (contohnya; eBay), atau keduanya (contohnya: sebagian besar perusahaan obat-obatan).
Konsep technoprenerurship sebagaimana diungkapkan di atas pada dasarnya mengintegrasikan antara teknologi dengan keterampilan kewirausahaan (enterpreneurship skills). Dalam konsep technopreneurship ini basis pengembangan kewirausahaan bertitik tolak dari adanya invensi dan inovasi dalam bidang teknologi.
Teknologi yang dipahami dalam konteks ini tidak sekadar teknologi berupa high tech, tetapi tentu saja tidak selalu harus teknis. Teknologi hanya didefinisikan sebagai aplikasi pengetahuan pada kerja orang (human work). Dengan begitu akuntansi, ekonomi order quantity, pemasaran secara lisan, dan mentoring dirumuskan dengan baik pada dasarnya teknologi juga.

Cyberpreneurship

Belakangan ini technopreneurship menggunakan peningkatan teknologi komputer, terutama internet, untuk melakukan usaha/bisnis, mempromosikan bisnis atau bisa juga disebut ber wirausaha. Bidang tersebut dikenal dengan cyberpreneursip dan bervariasi dari setiap pengusaha. Dalam hal ini para entrepreneur melakukan promosi menggunakan brosur electronic yang dikenal sebagai homepage pada internet. Penjualan produk dan layanan juga menggunakan elektronik mail di internet.

Pembahasan :

Pendapat saya mengenai studi dari kasus di atas ialah pada dasarnya berwirausaha ialah bagus, akan tetapi diperlukan fokus pada hal tertentu sesuai dengan pembagiannya. Misalnya bagi penggemar ber-online ria di depan komputer maka ia lebih baik/ disarankan untuk memilih Cyberpreneurship, karena dalam hal ini, ia/ pemilik usaha dapat mempromosikan usahanya lewat komputer/ jaringan internet.

Written by Angga Sany in: Knowledge Management |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker. Zinsen, Streaming Audio