Jan
17
2011
0

Never Judge The Book From Its Cover

kecantikan adalah salah satu bisnis dahsyat, di samping bisnis makanan. Orang Brazil, bahkan, rela operasi plastik berkali-kali demi mendapatkan kecantikan fisik yang bohai. Petuah atau petua kecantikan “Never judge a book by its cover” seperti tidak pernah dipahami dengan sedalam-dalamnya.

Legenda Pandangan Pertama Efek keindahan dan kecantikan fisik memang luar biasa. Banyak sudah cerita yang membuat orang-orang besar terpesona dan rela kehilangan banyak hal hanya gara-gara melihat kecantikan seorang wanita pada pandangan pertama. Kisah film Maid in Manhattan yang diperankan oleh Jennifer Lopez bisa menjadi pelajaran yang bukan tidak mungkin banyak terjadi di sekitar kita.  Seorang wanita kelas bawah yang berusaha mendapatkan perhatian dari seorang laki-laki dari kalangan atas. Sang laki-laki jatuh ke pelukan sang wanita yang sebenarnya hanyalah seorang pelayan hanya karena si pelayan berubah bak Cinderella dalam satu malam.  Lirik lagu Cinta Satu Malam juga bercerita tak jauh dari pengagungan kehebatan dunia fisik yang membuat hati begitu terlena. Kisah yang menyerempet bahaya hanya karena ingin memuaskan dahaga mencari keindahan dan kenikmatan fisik semata, telah membuat banyak orang melakukan “one night stand atau cinta satu malam”.

Fisik Tak Sama dengan Jiwa Ini klise. Namun, fisik memang tak sama dengan jiwa. Keduanya berkembang. Akan tetapi, pertumbuhan dan perkembangannya bisa tidak pada waktu yang bersamaan. Fisik bisa lebih dahulu mencapai puncak kecantikannya tetapi jiwanya masih tertatih di usia balita. Sebaliknya, fisik mungkin masih berada di usia belia tetapi jiwa telah sangat dewasa. “The young in the old soul” itulah istilah yang tepat untuk menggambarkan orang-orang muda yang mempunyai jiwa matang.  Kematangan jiwa inilah yang akan memancarkan aura kecantikan nan berkarisma. Kalau sudah mempunyai aura karismatik seperti ini, siapa pun yang diinginkan pasti akan dengan senang hati menyerahkan diri. Hampir semua orang akan senang dan nyaman berada di dekat orang-orang berjiwa dewasa. Kedamaian dan kenyamanan itu tercipta karena adanya jiwa-jiwa yang bersatu, bukan fisik semata.

Belahan Jiwa Bukan Belahan Fisik Sering terlintas rasa heran berkepanjangan kala melihat pasangan suami istri yang secara fisik begitu kontras. Sang suami secara fisik mungkin akan kena tangkap ketika ada razia orang jelek. Sementara sang istri, mantan pemenang lomba putri-putrian yang cantik, anggun, dan pintar. Keduanya begitu mesra tak terpisahkan.  Mungkinkah hal tersebut terjadi hanya karena perpaduan dua tubuh? Pasti tidak. Kenyamanan tercipta karena dua jiwa yang saling memberikan cinta dan kasih yang tulus. Meskipun demikian, tak bisa disangkal bahwa bersatunya jiwa akan lebih syahdu bila diikuti oleh perpaduan keduanya secara fisik.  Salah satu kehebatan bersatunya jiwa ini adalah dengan terbentuknya sebuah kemiripan yang semakin hari semakin kentara. Suami istri yang saling berbagi kehidupan akan tampak seperti dua saudara kandung dengan kemiripan wajah yang tak terelakkan. Bahkan, gaya bicara dan tersenyum pun mirip.  Mungkin mereka tidak menyadari tapi orang-orang di sekitarnya dapat melihat dan merasakan betapa kekuatan cinta mereka memberikan energi sangat positif yang tak bisa ditutup-tutupi. Sentuhan yang tercipta adalah berkat dari sentuhan jiwa yang telah bersatu.

Cintailah Jiwa Sulit memang bila belum merasakan bagaimana bisa mencintai jiwa seseorang tanpa memandang fisiknya. Perlu waktu dan mungkin juga pengalaman sebelum mampu berlabuh pada pulau kecantikan jiwa.

Written by Angga Sany in: Knowledge Management |
Jan
17
2011
0

Pengaruh Cerita Dongeng Terhadap Perkembangan Anak Bangsa

David McClelland, seorang pakar psikologi sosial, mengungkapkan hasil penelitiannya yang menyimpulkan sebuah teori bahwa cerita dongeng untuk anak sebelum tidur sangat mempengaruhi prestasi suatu bangsa. McClelland memaparkan penelitiannya terhadap dua negara terkuat abad 16 yaitu Inggris dan Spanyol.

Cerita anak di negara Inggris kaya akan muatan spritualitas dan motivasi untuk maju. Sebaliknya, Cerita anak di Spanyol penuh dengan muatan yang membuat anak terlelap dan ternina-bobokan.Dari begitu banyak cerita dari berbagai negara yang dikumpulkan McClelland dan kemudian diteliti, menunjukkan bahwa negara yang pertumbuhan ekonominya sangat tinggi adalah negara yang memiliki cerita dongeng anak mengandung need for achievement ( kebutuhan berprestasi) yang tinggi.

Cerita si Kancil dan Mental Bangsa Indonesia Kemudian salah satu guru besar fakultas budaya universitas Indonesia, Ismail Marahaimin, mengungkapkan hasil penelitian yang senada. Dongeng si Kancil Mencuri Mentimun yang sangat populer di Indonesia bisa jadi adalah salah satu penyebab bobroknya mental pemimpin bangsa. Kancil mencerminkan tokoh yang cerdas tapi licik. Secara tidak disadari cerita ini akan melekat dalam alam bawah sadar anak-anak bahwa mental tokoh seperti kancil patut ditiru. Oleh karena itu,perlu digalakkan kembali dongeng anak-anak yang memotivasi untuk berprestasi, yang mendidik dan menumbuhkan keinginan untuk maju.

Tugas Para Penulis, Pendidik, dan Orang Tua Sudah selayaknya menjadi tugas para penulis Indonesia, untuk menciptakan cerita-cerita anak yang bermutu. Jika mulai hari ini saja Indonesia mampu menerbitkan karya sastra anak seperti yang dimiliki Inggris, maka jika merujuk pada penelitian McClelland, 25 tahun ke depan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh pesat. Tentu hal ini juga tidak terlepas peran dari para pendidik dan orang tua, untuk membiasakan siswa dan putra-putrinya membaca cerita dongeng anak yang bermutu, yang mengandung semangat berprestasi lebih banyak lagi. Karena disadari atau tidak, mental bangsa beberapa tahun ke depan, adalah sangat dipengaruhi oleh mental yang disiapkan untuk anak-anak sekarang. Para pendidik dan orang tua hendaknya benar-benar memilihkan bacaan-bacaan yang bagus untuk anak dan bisa dibacakan sebagai pengantar tidur atau saat anak mengalami kejenuhan belajar. The last but not least… saat ini pun ada begitu banyak tontonan di TV yang sangat tidak mendidik (meski tidak semua), dari mulai tontonan sinetron, berita miring, dan masih banyak lagi.  Oleh sebab itu, sangat disarankan Anda untuk bisa memilah-milah yang mana yang layak ditonton dan yang mana yang tidak. Karena tanpa disadari, setiap tontonan bisa mempengaruhi mental Anda, dan juga keluarga.

Written by Angga Sany in: Knowledge Management |
Jan
17
2011
0

Kekuatan Pikiran-Power of Mind

Otak tiap manusia terbagi menjadi dua, antara pikiran dan perasaan. pernahkah anda menyadari bahwa sebagian besar pikiran mendominasi otak manusia, sedangkan perasaan hanya dipakai pada saat tertentu saja (iba/empati/kasihan). Hal ini membuat saya terus berpikir bahwa kita sebagai manusia dapat menciptakan dunia yang aman dan damai kalau kita sebagai manusia dapat menguasai pikiran kita atau yang bisa di sebut sebagai The Power of Mind.

Ada banyak hal yang dapat ditanamkan dalam pikiran kita, mulai dari hal yang positif, bersifat membangun, sampai hal yang negatif. Semua itu tergantung bagaimana anda mengelola pikiran anda sendiri. Bagaiman cara mengelolanya? Tentu saya tidak dapat membantu anda secara langsung, akan tetapi, saya akan membantu membagikan bagaimana pengalaman saya dalam mengatur pikiran supaya daoat menciptakan suasana yang di inginkan.

Pertama, dimulai saat bangun pagi, terapkanlah 1 kata dalam pikiran anada yaitu bersyukur. Kata ini mengandung banyak hal yang dapat diungkapkan, diantara nya, bersyukur karena masih bisa bangun pagi / tidur seperti biasa tanpa kekurangan apapun, kedua bersyukur karena seberat apapun masalah yang sedang dihadapi, Tuhan masih memberikan hari esok sebagai permulaan yang baru, serta bersyukur atas setiap waktu yang telah disediakan selama 24 jam untuk menjalani hari ini dengan lebih baik dari sebelumnya.

Dengan menerapkan pikiran tersebut di pagi hari akan membuat anda merasa lega/ tenang karena akan memulai hari yang baru lagi dengan semangat yang baru, sekalipun sedang ada dalam masalah, bersyukurlah karena masalah diberikan untuk membantu kita menjadi bertumbuh menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Hal kedua yang akan saya terapkan dalam pikiran saya adalah kalimat berikut, “Just Do the Best To make Everything seems perfect”. Kalimat ini tercipta ketika saya sedang memiliki waktu sendiri untuk mencari kalimat yang melambangkan hidupku dan akhirnya terangkailah kalimat tersebut. Karena tak ada seorang pun yang dapat membuat atau menjadi sempurna 100% tanpa ada kekurangan apapun. Karena saya menyadari hal tersebut, maka saya menerapkan dalam pikiran saya bahwa apapun yang terjadi hari ini, maka saya akan melakukan yang terbaik karena saya tak ingin membuang waktu yang berharga dengan sia-sia.

Hal terakhir yang saya terapkan dalam pikiran saya ialah, Tuhan selalu ada disaat saya membutuhkanNya. Mengapa demikian? Karena saya yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan umatNya sendiri dalam menghadapui masalah apapun. Dan selalu ada rencana yang indah di balik setiap musibah.

Kesimpulannya, Just Do The Best, To Make Everything Seems Perfect. No matter what the problem is, just stay calm..

Written by Angga Sany in: Knowledge Management |
Jan
17
2011
0

Tips Entrepreneur

Ada kala nya kita menjadi takut untuk memulai suatu bisnis baru walaupun kita yakin bahwa kemampuan / bakat yang kita miliki dapat menunjang usaha tersebut. Ambil skenario ini; anda sudah bekerja selama 20 tahun mulai dari bawahan yang paling rendah dan tidak diperhitungkan sampai menjadi seorang leader yang dihargai di kantor atau perusahaan tempat anda bekerja, dan akhirnya anda mempunyai tabungan yang cukup untuk memulai bisnis anda sendiri.

Banyak orang yang seperti anda. Sangat antusias dan penuh semangat mengejar peluang bisnis yang sedang booming dan membangun usaha milik sendiri. Namun sayang banyak pula yang gagal. Mengapa? Di bawah ini adalah berbagai perangkap dan jebakan yang sering dihadapi dan biasanya menghinggapi para entrepreneur (pewirausaha) pemula.

Tidak independen

Hal ini biasanya terjadi pada entrepereneur yang berasal dari latar belakang korporat. Mereka biasanya terbiasa dengan lingkungan kerja yang memiliki struktur organisasi besar. Terbiasa memiliki berbagai sumberdaya keuangan dan sumberdaya manusia yang kuat. Yang harus diingat, bahwa menjadi entrepreneur berarti anda memiliki dana yang sangat terbatas dan kebanyakan pekerjaan harus dikerjakan dulu sendiri.

Memilih pemodal yang salah

Kalau anda tidak memiliki dukungan dari kreditor besar seperti pemodal ventura, maka bank adalah satu-satunya pemodal yang anda miliki. Biasanya bank perkreditan cukup «nyaman», namun kalau bank komersial besar bisa memberikan layanan yang lebih baik dan sepadan dalam perhitungan usaha anda maka tidak ada salahnya juga.

Tidak punya business plan

Ini penting, lebih penting, sangat penting. Anda mungkin hanya ikut-ikutan saja. Anda mungkin terpengaruh bujukan investasi dalam bisnis-bisnis yang anda sendiri tidak paham. Anda hanya termakan iming-iming hasilnya. Kalau anda tidak punya rencana sama sekali tentang bagaimana bisnis anda akan beranjak, STOP, pikirkan lagi berbagai kemungkinan dan pilihan anda.

Tidak punya legal advice

Lagi, kalau anda memiliki corporate background, maka perusahaan anda biasanya punya tim pengacara yang memadai untuk menangani berbagai masalah hukum sehingga anda tidak perlu menghadapinya. Sekecil apapun bisnis yang anda jalankan, anda mungkin memiliki resiko hukum yang harus ditangani. Pertimbangkan untuk meng-hire seorang pengacara

Terlalu banyak kebebasan

Ya, ini seperti bertentangan dengan poin pertama di atas. Coba saya luruskan. Anda harus mempunyai setidaknya seorang ahli sebagai pendukung bisnis anda. Kalau anda perlu orang lagi maka rekrut mereka, atau masukkan mereka sebagai konsultan. Jangan berpura-pura tahu segalanya dan jangan pernah mencoba melakukan segala sesuatunya sendiri (manajemen tukang cendol). Kalau ini anda lakukan, maka anda hanya akan membebani diri sendiri sampai akhirnya menjadi tidak efektif.

Written by Angga Sany in: Knowledge Management |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker. Zinsen, Streaming Audio