Sep
27
2010
10

Hellen Keller

Pernahkah kalian mendengar kisah Helen Kehler?

Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan

dalam kondisi buta dan tuli.

Hellen Keller
Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm
kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan
lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya
Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan
memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala
kekurangannya, dia memiliki semangat hidup
yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang
legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu
memberikan motivasi dan semangat hidup
kepada mereka yang memiliki keterbatasan
pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti
dirinya mampu menjalani kehidupan seperti
manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit
dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah
diucapkan Helen Kehler:

“It would be a blessing if each person
could be blind and deaf for a few days
during his grown-up live. It would make
them see and appreciate their ability to
experience the joy of sound”.

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah
bila setiap org yang sudah menginjak dewasa
itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.

Dengan demikian, setiap orang akan lebih
menghargai hidupnya, paling tidak saat
mendengar suara!

Sekarang, coba kalian bayangkan sejenak….

…..kalian menjadi seorang yang buta
dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu
tersebut. Jangan biarkan diri kalian melihat
atau mendengar apapun.

Selama beberapa hari itu kalian tidak bisa
melihat indahnya dunia,kalian tidak bisa
melihat terangnya matahari, birunya langit, dan
bahkan kalian tidak bisa menikmati musik/radio
dan acara tv kesayangan!

Bagaimana ? Apakah beberapa hari cukup berat?
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja,
bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur
atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada
dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah
keluhan demi keluhan…. Hingga tidak pernah
menghargai apa yang sudah kita miliki.

Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan
kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati
oleh orang lain. Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba kalian renungkan, bagaimana orang yang
tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah
kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia
diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin
akan mampu melakukan banyak hal, termasuk
membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita
mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal
yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan
bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif
dan menjadi seorang manusia yang lebih baik.

Written by Angga Sany in: Binusian Blog |
Sep
27
2010
0

Uang Rp. 20.000

Ayah !!!!! Anak kecil itu menuju ke teras menyambut ayahnya yang pulang dari bekerja. Anak kecil itu bercerita banyak hal kepada ayahnya, akan tetapi ia tidak menanggapinya. Dalam salah satu percakapannya anak kecil itu bertanya pada ayahnya, ” yah !!! kalo ayah kerja itu satu jamnya dibayar berapa yah !!!”, Ayah tersebut tidak mau menjawabnya, kemudian dengan sedikit memaksa akhirnya dia mau juga menjawabnya, “nak ayah satu jamnya dibayar 20000 “, kemudian anak kecil itu meminta kepada ayahnya, “yah kalo begitu aku minta 10000, dong yah “. Mendengar perkataan itu, ayahnya pun marah, “ternyata kamu bertanya hal itu hanya untuk mendapatkan uang 10000 dari ayah ya, dasar anak nakal, sukanya hanya jajan saja, sana pergi ke kamar mu”, lalu anak kecil itu pun menangis menuju ke kamarnya.

Pada keesokan harinya, ayah nya berpikir bahwa ia kelihatannya sudah keterlaluan, “mungkin saja ia membutuhkan sesuatu yang amat penting sehingga ia harus meminta uang 10000 ribu padanya”, kemudian ia masuk ke kamar anaknya, dan ia memberikan uang kepadanya. Dilihatnya anak kecil itu membuka bantalnya, dilihatnya uang-uang lusuh dibawah bantalnya. Ayah itu marah seketika itu, “dasar jikalau kamu sudah mempunyai uang kenapa harus meminta pada ayah!!!” Anak kecil itu dengan polosnya menjawab, ” yah !!! sekarang aku sudah mempunyai uang 20000, ini buat ayah, akan tetapi besok ayah harus pulang satu jam lebih cepat”, mendengar perkataan itu ayahnya pun tertegun, ia sadar ternyata sekarang ini dia telah melupakan anaknya. Dia tidak memberikan waktu untuk anaknya, tak terasa air matanya pun membasahi pipinya, lalu ia memeluk anaknya tersebut, “nak, besok ayah janji akan meluangkan waktu untuk mu anakmu, tidak cuman besok tapi selamanya ayah akan membagi waktu untukmu”.

Written by Angga Sany in: Binusian Blog |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker. Zinsen, Streaming Audio